Muslim Uighur dan Perjuangan Pembebasan Papua Barat


Muslim Uighur dan Perjuangan Pembebasan Papua Barat
Empati akan kemanusiaan tidak mengenal sekat-sekat agama ia berdiri sendiri tanpa campur tangan kepercayaan, empati akan kemanusiaan akan ada bila suatu manusia itu sadar diri dan turut merasakan rasa ketidakadilan dan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan yang dialami manusia yang lainnya.


Saya orang kristen papua barat ikut bersolidaritas untuk mendukung muslim uighur agar bisa bebas dari cengkeraman maut sang kapitalis tiongkok, tiap hari ribuan ratusan orang uighur dibunuh, dilanggar haknya sebagai manusia, didiskriminasi hanya karena menjadi orang penganut agama kelas dua di tiongkok.


Sementara kami dihebohkan oleh perjuangan klas masyarakat uighur yang sudah memasuki tahap internasionalisasi, saudara saya di yahukimo papua menjadi sasaran timah panas hanya akibat dari buang air kecil di samping polres, aneh bin ajaib nyawa melayang hanya karna masalah sepeleh seperti itu.
Lanjutannya saudara melayu kami anggota brimob dari salahsatu provinsi di sumatra yang tidak tahu menahu tentang permasalahan papua, yang datang hanya untuk mengamankan agenda negara, menjadi korban amuk massa masyarakat yang marah. Hingga nyawanya hilang akibat dari konflik tersebut.

Satu lagi teguk air putih hangat masuk ke lambung brrrrrr dari kejauhan lagu dari robby t dan Metere crew berjudul avaisa berbunyi di tengah keheningan malam yang dingin.

 Dari meepago bagian atas di daerah intan jaya Komandan Operasi Kodap TPNPB Intan Jaya; Gusby Waker bersama pasukannya berhasil menembak mati 2 prajurit TNI, dua lagi nyawa melayang hanya karena kepentingan kapitalis dan borjuasi negara seakan nyawa anak bangsa tiada harganya hingga membiarkan masalah papua terus berlarut tanpa penyelesaian.
 Jakarta perlu menyingkirkan ego dan slogan NKRI harga mati itu. Tidak ada yang harga mati kata Bung Profesor akal sehat Rocky Gerung, Dialektika suatu bangsa akan terus berkembang selama ilmu dan alam pikirnya terus bekerja. Untuk itu Perlu ada penyelesaian masalah papua secara komprehensif difasilitasi oleh satu negara atau organisasi internasional yang independen seperti penyelesaian masalah aceh.

Arghhhhh ku kunyah daging b2 hasil bakaran tadi sore sedikit termenung sambil mendengar lagu nabut haneo yang dibawahkan oleh Jabekena Taburai Wamena Band.
Satu lagi kepadamu orang papua, orang tertindas yang merayakan natal. Tolong tanyakan kepada sang pencipta sampai kapan kau biarkan kami anak-anakmu terhilang seperti binatang buruan di rumah sendiri, apakah kami bukan bangsa pilihanmu hingga kau biarkan kami lenyap secara perlahan
Akhir kata kusampaikan selamat hari lahir bagi Tuhan Yesus Kristus tokoh sentral revolusioner umat manusia.
Tolong Jangan Lupakan Derita Kami.


By IMBALO Daratan Robongholo, Numbay, Mamta, West Papua








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Natal penuh duka di Papua, Sukacita Bougainville, dan Kawan Melayu.